Berfantasi dengan Menulis

Nama    : Lani Pujiastuti
NIM       : A1C010028
Berfantasi dengan Menulis
Menulis bagi saya seperti memasuki dunia yang lain. Dunia dimana semua hal bisa disampaikan. Dunia dimana mulut tak perlu berbicara, dan tubuh tidak perlu banyak bergerak, hanya perlu menyalurkan isi kepala kita ke tangan untuk dituangkan menjadi sebuah karya. Dunia dimana para pemain utamanya adalah kata-kata. Terdapat keindahan dalam kata-kata. Rangkaian kata – kata jika disusun dengan baik  dapat memengaruhi, memotivasi, dan memberi dampak positif bagi orang lain. Seperti puisi, puisi dapat djadikan sarana meluapkan emosi seseorang  yang dapat memotivasi orang lain yang disajikan dalam aturan rima, baris, dan bait.
Hal paling sederhana untuk mencoba memasuki dunia lain yang ditembus dari bahasa adalah dengan memasuki dunia kita sendiri. Secara tidak sadar, kita sering mencurahkan perasaan, kegiatan sehari-hari dalam sebuah buku harian. Buku harian itulah gerbang dunia kita yang lain. Kita dapat menjadi apa yang kita inginkan di dalam buku harian, dapat menumpahkan beban, serta dapat mengaca diri lewat tuisan kita di buku harian.
Menulis atau mengarang lebih terasa sebagai refreshing dibandingkan tugas untuk menjawab soal kimia atau biologi yang harus didampingi dengan buku materi dan memeras otak. Apalagi kita dibebaskan mengarang tulisan kita. Dengan mengarang, kita bisa menciptakan dunia kita sendiri, kita menemukan kebebasan dalam fantasi kita yang diungkapkan dalam kata-kata. Dengan belum memperhitugkan bahasa Indonesia yang kita gunakan sudah memenuhi kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar seperti yang saya tulis sekarang ini. Tetapi lebih sekedar bagaimana pesan yang dalam tulisan kita atau tujuan kita menulis dapat tersampaikan dengan baik kepada pembaca.
Lain cerita bila menulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai ejaan yang disempurnakan. Bagi saya bagaikan memainkan game kesukaan kita di komputer  tanpa memahami semua petunjuk game yang kebanyakan disampaikan dalam bahasa Inggris. Permainan itu hanya kita jalankan sesuai yang diajarkan orang lain atau hanya sebatas menjalankan perintah yang kita tahu dengan menebak-nebak maksud perintah yang tersedia. Sehingga pesan yang disampaikan dalam bentuk perintah tidak bisa bisa ditangkap dengan baik karena kurang tepat dalam mengartikannya Berbeda jika kita mengetahui petunjuk dari seluruh permainan. Kita akan bermain dengan lebih baik dan permainan terasa lebih mudah.
Bahasa menunjukkan bangsa. Pepatah ini sudah tidak asing di telinga kita. Tidak semua negara memiliki bahasa negaranya sendiri. Seperti contohnya negara adidaya Amerika Serikat. Bahasa nasional yang digunakan adalah Bahasa Inggris atau sering disebut American English. Dengan kesamaan bahasa, dalam hal ini Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional bangsa Indonesia, komunikasi antar masyarakat menjadi lancar. Dengan keberagaman suku di Indonesia, kesamaan bahasa bisa menyatukan. Berkembangnya bahasa pergaulan dan heterogennya mahasiswa di kampus , membuat peran bahasa Indnesia semakin penting. 
Efek dari perkembangan pergaulan dan teknologi pun mengimbas pada penggunaan bahasa dalam berkomunikasi. Seperti munculnya bahasa sms yang memiliki kamus tersendiri dan sagat jauh dari bahasa Indonesia yang baik dan benar. Bahasa sms kebanyakan ditulis dengan mencampurkan antara karakter angka, simbol dan huruf. Tidak semua orang dapat memahami bahasa sms sehingga terkadang  pesan yang dimaksud tidak dapat ditangkap si penerima sms. Contohnya, 5f berarti maaf dan g3 berarti ganggu. Bahasa seperi itu hanya dapat diterima kawan sebaya atau lebih muda. Bila digunakan untuk berkomunikasi dengan orang yang lebih tua, bahasa sms kurang sopan untuk digunakan. Disinilah peran bahasa Indonesia yang juga untuk menunjukkan kesopanan.


Komentar