Malam Keakraban "BERTOBAT"

6-7 november 2010
18:29
Tercatat sebanyak 34 orang CABE (Calon Anggota Baroe AGRICA) mengikuti acara BERTOBAT (Bermalan dan Tongkrongan di Baturraden). Acara ini bertempat di Wisma Indra Prana , Baturraden. Acara berlangsung mulai hari Senin 6 November 2010 pukul 14.00. Sebagai penyelenggara acara yakni pengurus AGRICA periode 2010-2011. Acara dikemas dalam format yang santai, hangat, dan kekeluargaan tetapi juga diharapkan  mampu memberi banyak pengalaman dan ilmu.
Peserta sejumlah 34 orang teridiri dari seluruh program studi di Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Mereka terdiri dari 11 orang laki-laki dan 23 orang perempuan. Peserta laki-laki digabung dalam satu kamar, sedangkan peserta perempuan dipisah menempati tiga buah kamar.
Setelah turun dari truk yang mengangkut mereka dari Purwokerto, peserta langung mengkuti seremoni pembukaan dan diberi tugas untuk menulis sebuah berita dari data yang diberikan panitia. Sebelum eserta beristirahat, panitia melaksanakan evluasi pada essay dan berita yang dibuat para CABE saat DIiksar I dan II berlangsung. Beberapa peghargaa kecil diberikan kepada tulisan yang diaggap menarik dan sesuai harapan panitia. Mas Standy yang melakukan evaluasi mengugkapkan bahwa menjadi menariknya sebuah tulisan diantaranya:
1.       Judul unik, menarik
2.       Kalimat pertama atau lead
3.       Menggunakan kiasan
4.       Membuat pembaca tidak ingin melewatkan satu kata pun dari tulisan itu
5.       Runtut
6.       Berbeda dari tulisan lain
Dalam penulisan berita mas Standy menambahkan untuk pemisahan antara straight news dan feature belum dikuasai peserta. Tingkat aktualitas, pemilihan judul, dan terlalu luasnya tema menjadi beberapa poin yang perlu dikoreksi lagi oleh panitia menurutnya. Apalagi dalam penulian berita straight news
 Sabtu petang pukul 18.00 peserta melaksanakan shalat magrib berjamaah dan kemudian games sejenak sembari meunggu tumpengan kecil makan malam peseta dipersiapkan. Games knsentrasi tentang daya ingat. Disini peserta menjadi semakin akrab dngan games yang menuntut peserta meningat nama lengkap, tanggal lahir dan lama pacaran. Makan malam pun siap. Makan malam dikemas berbeda dengan suasana tradisional beralaskan daun pisang dan berlaukkan urab dan ayam kecap yang dinikmati berpasangan.
Usai makan malam, peserta disuguhi materi tentang penulisan yang disampaikan oleh mas Adi. Beliau dengan pengalaman dan kesehariannya sebagai wartawan dengan tegas dan cekatan mengoreksi satu per satu berita olahan peserta dan mengevaluasinya  bersama. Beberapa poin yang disampaikan mas adi ialah tentang membuat berita straight new menjadi menarik. Diantaranya:
1.       Judul, gunakan angka, kiasan atau subjek untuk menarik perhatian pembaca
2.       Cantumkan nama subjek narasumber yang dikenal orang
3.       Lead mampu mangandung minimal 3 W (when, what, where) dari 5W 1H
4.       Dalam satu paragraf terdiri dari kalimat singkat, runtut, tidak lebih dari 5 kalimat
5.       Tidak semua info wawancara atau data harus dimasukkan ke dalam berita
6.       Quote atau petikan untuk mempertegas lebih baik diletakkan sebagai penutup atau di bagian bawah
7.       Judul adalah ringkasan dari lead atau lead adalah penjabaran dari judul.
8.       Terus berlatih
Kehadiran bintang tamu yakni sejumlah ALB (Anggota Luar Biasa AGRICA) semakin menambah hangat dan memeriahkan suasana. Mereka hadir selain untuk bersilaturahim dan bernostalgia juga untuk berbagi pengalaman dan  memberi motivasi untuk CABE.  Selain berbagi pengalaman melalui kisah mereka pada periode kepengurusan masing-masing, tak jarang terselip  joke ringan yang mampu menghidupkan malam minggu pada acara BERTOBAT kali ini. Suasana hangat sebuah keluarga baru  tercipta secara alami dalam tawa dan canda.
Peserta yang awalnya masih sungkan dengan kakak angkatan saat itu membaur seiring gelak tawa yang terus terdegar hingga sesi perkenalan ALB usai. Beberapa ALB pun terlihat menjadi pembicara dalam beberapa sesi materi. Adapun mas Adi Wicanto mengisi materi teknik penulisan pada Sabtu malam pukul 19.30.. Materi fotografi disampaikan oleh Mas Eko, sesosok pria nyentrik berambut pirang dan humoris serta mas Budi, pria kalem yang kesehariannya berkecimpung dalam dunia fotografi jurnalistik pada hari Minggu pagi pukul 07.30.
Keadaan semakin menghangat walaupun di luar cuaca tidak seperti yang diharapkan karena kabut tebal menyelimuti pagi di Baturraden. Namun hal itu tidak menyurutkan semangat peserta di hari Minggu pagi. Sambil menikmati keindahan bukit bintang yang kebanyakan orang mengatakan suasananya seperti di Bali, CABE, panitia, dan ALB berbaur berolah raga bersama. Momen kebersamaan tak luput untuk diabadikan yang dimanapun berada pasti ada kamera. Kegiatan olah raga dilanjutkan dengan games konsentrasi.
Kehadiran ALB kembali mengocok perut dengan joke yang terlontar dengan ringannya menghangatkan pagi yang berembun di Baturraden.  Games pertama tentag angin barat, angin timur, anginutara, angin selatan, angin ribut. Pada saat angin ribut peserta diperintahkan untuk bertukar posisi 180 deajat atau berseberangan. Formasi lingkaran seketika buyar dan gaduh dengan peserta yang berkumpul di tengah lingkaran serta bertabrakan satu sama lain. Games kedua melatih konsentrasi mngurutkan bilangan. Setiap kelipata tujuh atau puluhan yang angka satuannya adalah tujuh seperti 7, 14, 17 21, 27, 28 dst peserta diperintahkan untuk menggantinya dengan kata “DOR”. Denga kondisi perut yang belum terisi dan baru beberapa menit beranjak dari tempat tidurnya membuat banyak peserta berguguran menjadi bual-bualan peserta lain. Hukuman bermacam-macam, mulai dari balonku ada lima dinyanyikan menggunakan bahasa jawa, suwe ora jamu dinyanyikan menggunakan bahasa Indonesia hingga berkenalan dengan seorang lawan jenis dari dakultas lain yang kebetulan  juga berada disana.
Hari Minggu pagi dilanjutan dengan sarapan dan penyampaian materi dari mas budi seputar fotografi. Banyak diantara peserta masih blank atau awam dalam hal fotografi. Mas budi menyampaikan beberapa teori mengenai:
1.       Rana (kecepatan masukya cahaya)
2.       ISO dan ASA. Dalam ISO rendah , cahaya tinggi akan menghasilkan gambar tajam. Auto = ISO 200
3.       F. untuk menimbulkan efek blur. Semakin besar F, cahaya yang masuk semakin besar, dan blur mengecil. Kalau F kecil blur di belakang focus makin tidak terlihat.
4.       Bedakan foto jurnalistik, foto abstrak, foto wallpaper. 
5.       Foto jurnalistik mengandung SPOK. Subjek siapa sedang apa , apa yang diapakannya, dan keterangan tempat/waktu/suasana.
6.       Dalam berlatih,gunakan auto, kemudian manual dari pegeseran auto, kemudian koreksi dari manual.
7.       Biasakan memotret dengan mata terlebih dahulu.
8.       Lebih penting man behind the gear daripada gear yang canggih
9.       Buat karakter kamu sendiri yang mebuat orang meilhat fotomu langsung mengenali man behind the photo.
10.   Perhatikan angle. Jika objek jauh, minimalkan zoom, lebih baik mendekat kepada obyek
11.   Gnakan etika untuk meminta obyek difoto.
Poin diatas didapatkan dari evaluasi peserta dalam kegiatan hunting foto disekitaran wisma Indra Prana.
Malam screening hamper luput dari sekian kegiatan menarik di BERTOBAT ini. Malam screening bersama ALB atau reugan malam labih menceritakan aku, agrica, aku dan agrica seperti tugas yang diberikan saat rujak party. Motivasi muncul dari testimony para ALB. Berbagai pengalaman menarik tentang mendapatkan sebuah keluarga, ilmu, soft skills yang membuat mereka sepert sekarang ini. Dapat berbicara di depn bayak orang dengan lancarnya dan penuh percaya diri serta akademispun terbantu. Pesan utamanya adalah bersetialah pada proses maka kau tidak akan kehilangan apapun. Tujuan kita kuliah adalah untuk pendewasaan diri. Bagaimana mendapatkan apa yang tidak kita miliki sebelumnya.

Komentar